Translate

Showing posts with label bencana alam. Show all posts
Showing posts with label bencana alam. Show all posts

Supervolcano Italia Bisa Picu Bencana Global

• LuckyDelapan News

Gunung api besar berada di dekat Pompeii, kota yang terkubur.


Ada ancaman lebih besar dari letusan Vesuvius untuk Italia, Eropa, juga dunia
Kaldera (Daily Mail)(TIME| Corbis)


VIVAnews -- Ketika Gunung Vesuvius meletus dahsyat pada 24 Agustus 79, dua kota di sekitarnya, Pompeii dan Herculaneum hancur lebur. Awan panas, hujan batu, dan abu yang membara mengubur keduanya. Dan tragisnya, juga mengabadikan saat-saat terakhir mereka.

Jasad penduduk Pompeii yang diawetkan oleh abu Vesuvius Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Penggalian arkeologis menemukan jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu, dengan segala pose. Menguak jalanan beku, tempat pelacuran yang dipenuhi fresko erotis, dan banyak bukti peradaban kala itu. Ini sekaligus menjadi pelajaran, sepandai-pandainya manusia, ia bisa takluk oleh alam.
Jasad penduduk Pompeii yang diawetkan oleh abu VesuviusTragedi Vesuvius relevan kembali diingat, tak hanya karena ia terjadi di bulan Agustus. Tapi karena keberadaan sumber bencana lain yang lebih dahsyat di seberang Teluk Naples, dekat Pompeii.

Para ilmuwan mengungkap keberadaan gunung berapi super, "supervolcano" tersembunyi, yang bisa membunuh jutaan manusia dalam sebuah bencana dahsyat, yang berkali lipat lebih buruk dari letusan Vesuvius.

Lumpur mendidih dengan uang belerang di area yang  dikenal sebagai Campi Flegrei atau Phlegraean Field,  yang berasal dari Bahasa Yunani yang berarti  "terbakar" -- adalah penandanya.

Campi Flegrei saat ini menjad daya tarik wisatawan di Naples. Namun, para ilmuwan jauh-jauh hari memperingatkan, zona aktivitas seismik intensif, yang dikira sebagai "pintu neraka" oleh orang di masa lalu, bisa menyebabkan  bahaya besar bersifat global, yang bisa merenggut jutaan nyawa.

Atau secara harafiah, jutaan orang  kini tinggal di atas gunung berapi super yang berpotensi meletus di masa depan.

"Area ini bisa menimbulkan letusan yang memiliki efek bencana global, sebanding dengan dampak meteorit besar," kata Giuseppe De Natale, kepala proyek pengeboran dalam bumi untuk memantau "kaldera" cair tesebut.

Sebagai perbandingan, salah satu dampak meteorit besar telah menyebabkan kepunahan dinosaurus 65 juta tahun lalu. Ledakan dahsyatnya melontarkan puing dan debu ke atmosfer, menutupi cahaya matahari. Kegelapan pun menyelimuti bumi.

Untuk mempelajari gunung berapi besar, para ilmuwan berencana mengebor dengan kedalaman 3,5 kilometer di bawah permukaan tanah untuk memantau ruang besar berisi batuan cair panas, sekaligus untuk memberikan peringatan dini soal potensi bahaya jika kaldera selebar 13 kilometer itu erupsi.

Campi Flegrei sejatinya mirip dengan kaldera supervolcano Yellowstone di Amerika Serikat, negara bagian Wyoming, yang bisa menghancurkan dua pertiga AS jika meletus dengan kekuatan penuh. Namun lebih mengkhawatirkan karena area itu dihuni oleh 3 juta orang.

"Untungnya, sangat jarang bagi area seperti ini erupsi dalam kapasitas penuh, sejarang peristiwa meteorit besar menghantam bumi," kata De  Natale kepada Reuters.

"Namun, untuk beberapa tempat, khususnya Campi Flegrei, yang padat penduduk, letusan sekecil apapun akan berisiko bagi masyarakat," kata ilmuwan dari  Observatorium Vesuvius, Institut Geofisika dan Vulkanologi Italia itu. "Itu mengapa  Campi Flegrei mjutlak harus dipelajari dan dipantau."

Namun, proyek yang didanai pihak multinasional, International Continental Scientific Drilling Programme justru dikritik oleh para ilmuwan lokal. Mereka menduga, bisa jadi pengeboran justru memicu erupsi berbahaya.

Bahkan Dewan Kota Baples pernah memblokade proyek tersebut pada 2010 lalu. Namun, walikota baru, Luigi De Magistris memberikan lampu hijau.

De Natale membantah anggapan itu. Dia mengatakan, pengeboran sangat aman dilakukan. Sama dengan alat yang dikirim menghujam ke kedalaman tanah dalam pengeboran tambang yang dilakukan bahkan sebelum tahun 1980-an.
Kaldera Campi Flegrei


  • LuckyDelapan News

Gempa Aceh, Hingga kini tidak ada data mengenai korban luka

• LuckyDelapan News

Hingga kini tidak ada data mengenai korban luka.


Peta gempa Aceh
Peta gempa Aceh (VIVAnews/Dian Novita)
 
VIVAnews - Gempa berkekuatan 6,4 skala richter pada kedalaman 10 kilometer di Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, mengakibatkan korban jiwa. Satu orang tewas karena panik.

"Satu orang meninggal dunia di Simeulue atas nama Pak Puyong," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kepada VIVAnews, Rabu 25 Juli 2012.

Menurut Sutopo, Puyong meninggal dunia karena mempunyai sakit darah tinggi. Dia terjatuh saat akan keluar rumah ketika gempa terjadi.

Hingga kini tidak ada data mengenai korban luka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan pendataan total kerugian dan korban. Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.27 WIB itu dirasakan kuat oleh warga Simeulue. "Masyarakat berhamburan keluar rumah," kata Sutopo.

Gempa yang tidak berpotensi tsunami itu terjadi pada koordinat 2.51 Lintang Utara 95.90 Bujur Timur. Berada sekitar 24 kilometer arah barat daya Kabupaten Simeulue.

"Saat ini, Bupati dan Sekda Simeulue sedang keliling ke lokasi untuk penanganan darurat dan pendataan," ujar Sutopo. Saat ini warga sudah beraktivitas normal. Masyarakat diimbau kembali ke rumah masing-masing. (eh)


 • LuckyDelapan News

Sukhoi Hilang di Gunung Salak, Apa Sebabnya?

• LuckyDelapan News

Pesawat itu membawa 50 orang. Mantan menteri nyaris ikut. Warga sempat melihat.


VIVAnews - Pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) diduga jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pesawat yang diduga membawa 42 orang penumpang dan 8 kru serta pilot ini terakhir kali kontak pada pukul 14.33, Rabu 9 Mei 2012. Mengapa hilang kontak, hingga saat ini sedang diselidiki.

"Pesawat take off ke Pelabuhan Ratu pukul 14.12, lost contact 14.33, sekitar 12 menit (setelah terbang)," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Daryatmo, soal kronologi hilangnya pesawat buatan Rusia itu.
Sesaat sebelum hilang pilot pesawat sempat menghubungi petugas kontrol. "Minta turun 10.000 ke 6.000 kaki," kata dia.

Koordinat hilangnya pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) sudah diketahui, di sekitar Gunung Salak. Namun, seperti apa kondisi pesawat baru itu dan nasib 50 penumpangnya masih teka-teki. (Baca daftar 50 penumpang)
Daryatmo mengatakan, tim darat sedang menuju ke lokasi koordinat hilangnya pesawat. Sedangkan heli yang sebelumnya dikirim harus kembali ke pangkalan karena cuaca sangat buruk. Sekarang, dia menambahkan, Basarnas sedang menunggu informasi dari tim penyelamat yang sedang menuju ke Gunung Salak.

Informasi dari masyarakat dalam bentuk apapun, kata Daryatmo, adalah hal yang sangat berharga. "Semua informasi itu kami jadikan bahan untuk analisis untuk sesegera mungkin diketahui letaknya, memberi pertolongan atau evakuasi," katanya.

Sejumlah warga di perkampungan di kaki Gunung Salak memang sempat melihat pesawat itu. Juanda, warga Tenjolaya, Bogor, mengatakan ia melihat pesawat itu sekitar pukul 15.00 WIB, sebuah pesawat besar berwarna putih mengarah ke Gunung Salak. "Pesawat besar itu kelihatannya miring terus dan suaranya agak kasar bergemuruh," ujarnya kepada VIVAnews di Tenjolaya, Bogor, Rabu, 9 Mei 2012.

Setelah melintas dengan suara gemuruh, katanya, tidak lama kemudian pesawat itu menghilang. "Lalu kami mendengar kabar ada pesawat hilang di Gunung Salak," ujarnya. Tim sedang mengumpulkan keterangan warga lain guna menentukan kira-kira di mana kini pesawat itu itu berada.

Road Show Enam Negara

Pesawat ini sebenarnya datang ke Indonesia hanya untuk terbang uji coba atau joy flight yang kedua setelah yang pertama sukses melayang di langit Jakarta. Kunjungan ke Indonesia adalah bagian dari "road show" yang digelar perusahaan Sukhoi Civil Aircraft di beberapa negara Asia Tengah dan Tenggara. Di Indonesia, PT Trimarga Rekatama mendapat kehormatan menjadi agen yang menyelenggarakan joy flight ini.

Indonesia adalah negara keempat yang dikunjungi selama safari ke enam negara Asia. Sebelumnya pesawat telah mengunjungi Myanmar, Pakistan dan Kazakhstan. Setelah Jakarta, ia direncanakan mengunjungi dua negara lain, Laos dan Vietnam.

Pesawat itu dibikin di Rusia dan sejauh ini, dari jenis pesawat yang hilang kontak itu, baru satu yang terjual yakni ke Armenia. Namun pesawat yang diproduksi Sukhoi bersama Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace dan Honeywell sudah diminati maskapai Air Indus di Pakistan. Bahkan pertengahan tahun ini, Meksiko, Indonesia dan Laos akan menjadi pengguna berikutnya setelah dua maskapai dalam negeri Rusia sendiri.

Pesawat ini mampu membawa 100 penumpang untuk perjalanan sampai 4.500 kilometer. Februari ini, SSJ-100 telah menerima sertifikat dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Pada Kamis, 27 Oktober 2011, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti pernah mengatakan bahwa Indonesia memesan sekitar 30 pesawat Superjet100. Sejumlah pesawat yang akan digunakan untuk penerbangan sipil itu rencananya mulai dikirim 2013 mendatang sehingga di Asia, Indonesia akan menjadi negara pertama yang menggunakan produk Rusia ini.

Herry mengatakan, saat itu sudah ada beberapa perusahaan yang memesan, yaitu Kartika Airlines memesan 20 pesawat dan Sky Aviation 12 pesawat. "Kami harapkan Rusia melihat pasar Sukhoi di Indonesia cukup bagus," kata Herry di sela-sela Pertemuan Ekonomi Tingkat Tinggi antara Indonesia dengan Rusia, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta , waktu itu.

Mantan Menteri Nyaris Ikut

Karena merupakan bagian road show untuk menjual pesawat, sejumlah wartawan diajak ikut serta dalam joy flight ini. Dari 42 penumpang, terdapat lima wartawan dari tiga media. Kelima wartawan tersebut terdiri dari Majalah Angkasa (dua orang), Bloomberg (satu orang), Trans TV (dua orang).

Berdasarkan daftar penumpang sementara, kelima wartawan itu adalah:
1. Dody Aviantara (Majalah Angkasa)
2. DN Yusuf (Majalah Angkasa)
3. Femi (Bloomberg)
4. Ismie (Trans TV)
5. Aditya Sukardi (Trans TV).

Mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang terdaftar dalam buku tamu hampir ikut dalam penerbangan uji coba ini. Politikus Partai Persatuan Pembangunan yang berencana membeli pesawat tersebut akhirnya tidak jadi mengikuti parade karena merasa ragu.

"Saya diundang oleh mereka dan ditawari lihat pesawat, saya naik bersama istri dan anak saya dan seorang teman, lalu di dalam disambut oleh awak pesawat itu dan saya melihat-lihat. Kebetulan saya punya staf sempat memfoto-foto saya dalam pesawat, di tangga pesawat. Foto-foto itu menjadi bersejarah," ujar Suharso di Jakarta, Rabu, 9 Mei 2012.

Setelah melihat-lihat kondisi pesawat, Suharso pun turun dan bertemu dengan perwakilan Sukhoi dari Rusia untuk mendengarkan presentasi. Kemudian ia ditawari naik pesawat tersebut, namun ragu. Alasannya ia mau rapat sore itu namun kepastian rapat itu belum pasti. "Awalnya saya mau ikut terbang. Tapi ketika tanya, istri saya bilang nggak usah saja, satu jam kelamaan. Ya sudah nggak jadi," ucapnya.

Saat Suharso hendak meninggalkan tempat, dia sempat kembali ditawari perwakilan Sukhoi untuk mencoba terbang. "Dia bilang, apa benar nggak mau ikut naik, enak loh Pak. Tapi saya nggak mau dan kami pulang. Lalu saya dengar berita dari salah satu teman istri saya 1,5 jam setelah itu terbang pesawat itu hilang, baru saya panik," katanya.

Pada awalnya Suharso mengaku tak percaya dengan kabar itu, karena dia belum melihat berita itu muncul di pemberitaan media. "Begitu saya lihat berita, saya duduk saja. Selepas maghrib saya sujud syukur," ujarnya.

PT Trimarga Rekatama selaku agen yang mewakili Sukhoi di Indonesia menjelaskan bahwa semua penumpang yang turut serta dalam penerbangan pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) akan ditanggung asuransi dari Rusia jika menjadi korban.

Wakil dari PT Trimarga Rekatama, Sunaryo mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan pihak Sukhoi Rusia, bahwa asuransi penumpang akan ditanggung Sukhoi Rusia. "Itu sesuai prosedur asuransi Rusia," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdana Kusumah, Rabu, 9 Mei 2012.

Untuk pencarian korban, Trimarga terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas dan menyiapkan semua fasilitas yang diperlukan untuk pencarian pesawat dan penumpangnya. "Kami siapkan satu posko di lokasi pencarian di Gunung Salak," ujarnya.

Dan malam ini, Tim SAR, Polisi, TNI dan Polisi Hutan sudah berkonsolidasi di kaki Gunung Salak. Namun pencarian belum bisa dimulai karena hujan deras terus mengguyur lokasi, baru tim yang dikirim untuk mencari bekas helipad yang didirikan Chevron saat eksplorasi geotermal di Puncak Kawah Ratu, yang terdekat dari puncak Gunung Salak
.
foto foto 

• LuckyDelapan News

Diguncang Gempa 8,7 SR, Gedung Jakarta Aman?

• LuckyDelapan News

Potensi gempa dari Selat Sunda, kekuatan maksimal diperkirakan 8,7 SR.

SELASA, 17 APRIL 2012, 17:32 WIB
Elin Yunita Kristanti, Amal Nur Ngazis
VIVAnews - Sejarah mencatat, Jakarta di masa lalu pernah diguncang gempa besar. Salah satunya, pada 4-5 Januari 1699, letusan Gunung Salak membuat kota baru bentukan kolonial Belanda itu nyaris hancur.

Kini, Tim Revisi Peta Gempa Indonesia mengumumkan, ada 12 sumber gempa mengelilingi Jakarta, berupa sesar dan subduksi. Letaknya di darat maupun di lautan. Bagaimana nasib Jakarta yang dikelilingi gedung bertingkat jika terjadi gempa?

Soal itu, Ketua Tim Revisi Peta Gempa Indonesia, Masyhur Irsyam, meluruskan kabar bahwa gedung bertingkat di Jakarta hanya mampu bertahan digoyang gempa dengan kekuatan 7 Skala Ritcher.

"Ini persepsi yang salah. Kita tidak bicara skala karena kita kuantifikasi dalam percepatan. Kalau skala 7, tapi pusat gempa ada di bawah kita ya berbahaya. Perlu kita lihat sumber gempanya di mana," katanya saat ditemui di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa 17 April 2012.

Pihaknya menyatakan sudah melakukan estimasi jika dari Selat Sunda muncul gempa dengan kekuatan masimal 8,7 SR, maka percepatan gempa sampai di Jakarta hanya 0,12 gravitasi di batuan dasar. "Itu masih lebih rendah dari persyaratan perencanaan bangunan yang standarnya 0,15 gravitasi," kata peneliti di Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB ini.

Standar percepatan di batuan dasar menurutnya akan menentukan besaran goyangan pada fondasi bangunan, yang nantinya juga berpengaruh terhadap goyangan bangunan.

"Standar 0,15 percepatan minimal di batuan dasar, ini merupakan periode 500 tahun sesuai SNI 2002. Insya Allah, aman," katanya.

Meski saat ini peraturan standar percepatan batuan dasar diperbaharui menjadi 0,20 grativasi sesuai SNI 2012, hampir tidak berbeda. "Yang penting bangunan dihitung dengan standar, diawasi, dilaksanakan secara benar," ujarnya.

Untuk mengetahui percepatan minimal di batuan dasar, sebelumnya harus mengetahui kondisi tanah bangunan apakah dalam kategori tanah sedang atau lunak. Jika tanah lunak menurutnya berpotensi terjadi pembesaran goyangan 2 sampai 2,5 kali dari percepatan di batuan dasar.

Ia sebelumnya mengatakan bahwa gedung bertingkat lebih dari delapan di Jakarta sudah dicek oleh Tim Penasehat Konstruksi Bangunan DKI Jakarta.

Sampai saat ini belum diketahui apakah di Jakarta terdapat sumber gempa atau tidak karena para ahli belum menemukan sumber gempa dimaksud. Masyhur mengatakan potensi sumber gempa yang paling besar yakni gempa dari Selat Sunda dengan kekuatan maksimal diperkirakan 8,7 SR. (kd)

  • LuckyDelapan News

Misteri Bangkai Ribuan Ikan di Norwegia

LuckyDelapan News.


Ini bisa dijadikan penguat, oleh mereka yang percaya, kiamat akan datang sebentar lagi.

VIVAnews - Saat itu, Jan-Petter Jorgensen, 44 tahun sedang berjalan dengan anjingnya, Molly, di tengah suhu dingin minus 15 derajat Celcius. Tiba-tiba ia mencium bau busuk.

Jorgensen pun kaget saat menjumpai ribuan bangkai ikan herring memenuhi pantai Kvaenes, Nordreisa, Norwegia. Seperti 20 ton ikan ditumpahkan ke sana. Ia lalu mengambil foto "lautan" ikan itu, dengan Molly sebagai modelnya.

"Orang-orang mengatakan, hal serupa pernah terjadi di tahun 1980-an. Mungkin ikan-ikan itu terprangkap dalam lingkungan yang kehilangan oksigen, lalu mati karena terjebak di air tawar," kata dia seperi dimuat Daily Mail 2 Januari 2012.

Sementara, sejumlah ahli berpendapat, ikan-ikan tersebut bisa saja terperangkap gelombang pasang surut air saat mencoba melarikan diri dari ikan predator, misalnya coalfish, yang mengejar mereka menuju garis pantai.

Teori lain, ikan-ikan tersebut terdampar saat badai yang terjadi baru-baru ini. Atau, terjebak di perairan dangkal dan terpengaruh air tawar sungai yang mengalir ke teluk.

Jens Kristen Holst, dari Institut Penelitian Kelautan, mengatakan, peristiwa ini bisa diakibatkan beberapa faktor sekaligus. Ia berharap, pihaknya bisa melakukan tes pada ikan mati, untuk melihat apakah kematian massal itu akibat penyakit tertentu.

Meski ilmuwan sudah memberi tawaran jawaban ilmiah, insiden ini bisa dijadikan penguat, oleh mereka yang percaya, kiamat akan datang sebentar lagi.

Apalagi, ini bukan satu-satunya kematian hewan misterius yang terjadi di awal 2012. Minggu 1 Januari 2012 kemarin, sebanyak 200 burung hitam (blackbird) jatuh dari langit di sebuah kota kecil di Arkansas, Amerika Serikat. Polemik masih saja ada, meski aparat menyebut, burung-burung itu mati karena kembang api tahun baru.

Sementara itu, bulan lalu, sebanyak 25 bangkai kuda ditemukan di dasar tebing dekat Glenn Innes, New England.

Apa yang terjadi saat ini, seakan mengulang kejadian awal tahun lalu, di mana jutaan ikan mati ditemukan Chesapeake Bay, Maryland, sekitar 5.000 burung hitam lebih sekarat di Arkansas, dan hewan-hewan mati di payau Lousiana.

Burung mati di Arkansas
• VIVAnews

9 Potensi Bencana Tahun 2012

LuckyDelapan News.


Ancaman dari gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala Richter, mengancam 1 juta warga.

VIVAnews - Menyambut tahun 2012, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat patut mempersiapkan mitigasi bencana secara benar dan baik.

"Di tahun 2012, menyangkut potensi bencana, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diwaspadai karena potensi bencananya yang tinggi, selain bencana yang sedang terjadi," tutur keterangan dari Kantor SKP BSB Yang diterima VIVAnews.com, Minggu 1 Januari 2012.

Menurutnya, ada sembilan fenomena alam yang penting dicermati dan diwaspadai. 
Pertama, ancaman dari gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala Richter. Gempa ini dinilai dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan, dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat. 

Keduaadanya potensi gempa di Selat Sunda, Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat dan Bali. Selain itu, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian. Dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khususnya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.

Ketigaaktivitas gunung-gunung berapi. Aktivitas ini dampak dari gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.

Keempatadanya bahaya sekunder gunung api terutama di sekitar aliran sungai paska letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi mencapai 120 juta kubik.

Kelimapotensi gempa dari patahan besar Sumatera yang sudah cukup banyak diteliti. Selain itu gunung api lainpun ada yang bisa menjadi kejutan bencana terutama karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api di Indonesia masih minim.

Untuk Patahan Sumatera, segmen yang sudah lama bertapa termasuk di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.

Keenambencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai. Serta belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi.
Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan air tanah, udara  dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus trjadi.

Ketujuhancaman banjir di mana-mana. Khususnya kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.

Kedelapaniklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.

Sembilanmeningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal.

Sembilan fenomena alam di atas, merupakan hasil diskusi dan koordinasi yang dilakukan oleh Kantor SKP BSB selama tahun 2011, baik yang diselenggarakan di Istana, Geotek LIPI, GREAT ITB, dan lain-lain.
• VIVAnews

For friends of bloggers who frequently read articles in this blog, please Copy / Paste and share it anywhere you like. However, if acceptable please indicate the source of the articles link blogger friend share (copy / paste). Let Share information for us all, because now the information is easily obtained, and this blog is one source of reliable information, becauseof the already trusted sources,


Reading is one of the best ways to get information
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...