Translate

Showing posts with label Hack. Show all posts
Showing posts with label Hack. Show all posts

China Mengaku Punya "Segunung Bukti" Serangan Hacker AS

• ParadiseBOX

Selama ini China disalahkan karena sering membobol data AS.

ddd
Rabu, 5 Juni 2013, 16:08Denny Armandhanu
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi 
VIVAnews - Selama ini Amerika Serikat selalu berteriak bahwa mereka adalah korban serangan hacker dari China. Namun, China malah berkata sebaliknya, hacker AS yang sering menyerang mereka.

Hal ini disampaikan oleh Huang Chengqing, direktur National Computer Network Emergency Response Technical Team/Coordination Center of China, atau yang dikenal dengan nama CNCERT. Diberitakan Reuters, Rabu 5 Juni 2013, Huang mengaku mempunyai "segunung data" bukti peretasan hacker asal AS di China.

"Kami punya segunung data, jika kami ingin menuduh pemerintah AS, tapi itu tidak membantu menyelesaikan masalah," kata Huang seperti dikutip dari laman China Daily.

Menurut data CNCERT, 4.062 server komputer di AS telah membajak 2,91 juta komputer utama di China.

Huang mengatakan bahwa CNCERT telah bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan kejahatan siber dari China. Dalam empat bulan pertama tahun ini, kata dia, ada 32 serangan dari China ke AS. CNCERT telah menanganinya dengan baik.

Namun beberapa kasus dirahasiakan oleh AS. Inilah yang disayangkan oleh Huang. "Beberapa kasus bisa diselesaikan jika mereka berbicara pada kami, kenapa kami tidak boleh tahu? Ini bukanlah pemikiran konstruktif untuk mencari solusi," kata Huang.

Masalah keamanan siber telah menjadi momok bagi hubungan antara China dan AS. Sebelumnya, hacker China dilaporkan berhasil membobol data keamanan dan persenjataan militer AS. Di antaranya adalah sistem pesawat tempur dan helikopter black hawk.

Permasalahan ini akan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara Barack Obama dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis dan Jumat waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Obama akan mendesak China menangani para hacker mereka yang telah meresahkan Paman Sam.

• ParadiseBOX

Cara Selamat dari "Kiamat" Dunia Maya

• LuckyDelapan News


"Kiamat" dunia maya hanya untuk pengguna Windows.


Ilustrasi Virus Komputer
Ilustrasi Virus Komputer 
VIVAnews - Kabar serangan malware yang akan mematikan internet pada Senin besok patut menjadi perhatian bagi pengguna Windows di internet. "Kiamat" dunia maya akan mengancam Anda.

Ancaman online itu datang dari virus DNSChanger yang bisa mematikan jaringan internet. Sebanyak 64 ribu pengguna Amerika dan dari 277 ribu pengguna di seluruh dunia akan menjadi korban pada 9 Juli nanti.
Sebuah laporan dari LA Times yang dilansir Examiner mencatat bahwa
gangguan internet ini khusus untuk pengguna Windows. Ancaman
malware terbaru ini bertujuan untuk mencuri iklan onlinesecara masif. Virus ini mengambil alih 4 juta komputer di seluruh dunia.
FBI harus menutup server terinfeksi untuk memerangi pencurian ini. Server akan ditutup pada Senin, Juli 9 pukul 12.01 siang hari waktu setempat. Penegak hukum Amerika Serikat ini kini dalam proses mendirikan dua server baru untuk membantu menghubungkan pengguna yang terinfeksi ke internet.

LA Times melaporkan cara terbaik untuk memperbaiki masalah
teknologi ini yaitu dengan melakukan pengecekan langsung ke situs
pengecekan DNS ini. Anda dapat mengetahui komputer yang sedang digunakan sudah terinfeksi atau tidak. Jika setelah dipindai, lambang yang tampil berwarna hijau, maka komputer Anda dalam kondisi sehat.
Apabila situs web DNS-OK tidak merespon, ini bisa disebabkan banyak orang yang mengakses situs ini pada waktu yang bersamaan. Anda bisa juga memeriksakan komputer dengan berbagai situs yang diinformasikan pihak pemandu keamanan komputer dari ancaman virus ini, DNS Changer Working Group (DCWG).
Laman DCWG memberikan Anda berbagai cara memeriksa dan memperbaiki komputer dari infeksi. Apabila komputer Anda mengidap virus ini, berbagai program antivirus sudah disiapkan untuk mengatasinya. Salah satunya dari pihak Kaspersky yang mengeluarkan anti-rootkit yang bisa Anda unduh dan instal.
Jika komputer Anda masih bernasib malang, hal yang harus dilakukan yakni menghubungi penyedia layanan internet Anda. Jaringan internet komputer Anda perlu memiliki sistem nama domain yang baru.


  • LuckyDelapan News

Serangan Hacker ke Situs Militan

• LuckyDelapan News


Pelakunya: kakek “Raptor”, hacker sewaan badan intelijen, atau siapa?


Penembakan yang dilakukan Nidal Malik Hassan dipicu oleh aktivitasnya di berbagai forum jihad (REUTERS/Ho New)
VIVAnews – Jaringan teroris dunia beberapa pekan lalu kalang kabut. Beberapa situs mereka di Internet tiba-tiba mati total. Tangan-tanganhacker diyakini berada di belakang kejadian itu. Padahal, forum di situs-situs itu selama ini jadi andalan mereka dalam berbagi tips dan trik merancang dan melancarkan serangan teror.
Berita ini pertama kali mengemuka di lamanWashington Post,  2 April silam. Sekitar lima situs utama kaum militan terganggu koneksinya. Yang pertama diserang peretas adalah situs Shamukh al-Islam. Web paling populer di kalangan simpatisan al-Qaeda dalam menyebarkan video dan pesan radikal kelompok ini mati mendadak pada 22 Maret 2012.
Yang kedua adalah Ansar al-Mujahidin Arabic Forum, yang down sehari setelahnya. Habis itu, dalam kurun waktu seminggu setelahnya, hacker giliran menghajar situs al-Fida dan dua laman lain yang tak disebutkan namanya.
Salah satu moderator forum di situs itu menyatakan mereka sedang kelimpungan diteror peretas. “Media ini tengah mendapatkan serangan yang ganas,” tulisnya.
Para ahli keamanan siber mengungkapkan situs-situs itu mendapat serangan canggih yang tidak hanya berdampak pada laman tapi juga server mereka, yang memastikan tak ada satupun pengunjung yang bisa mengaksesnya.
Dua situs di antaranya, sudah beroperasi kembali saat tulisan ini diunggah. Sisanya masih mati. Sesaat setelah dua lama itu kembali beroperasi, berbagai pesan jihad langsung kembali membanjiri ruang forum.
“Musuh-musuh Allah yang membanggakan kebebasan tidak mampu menghancurkan media kita yang diberkahi ini. Mereka terganggu dengan perkembangan (situs) kita yang cepat, memiliki performa yang  unik, yang mengungkapkan dosa-dosa, dusta, kebohongan, dan pengingkaran mereka pada kebenaran,” tulis moderator salah satu situs tersebut, berapi-api, sebagaimana diterjemahkan SITE Monitoring Service, lembaga independen pemantau terorisme siber.
Aaron Zelin, peneliti di Universitas Brandeis, mengatakan setelah beberapa hari situs mereka mati, al-Qaeda sempat kalang kabut. Mereka tidak bisa lagi memutakhirkan laporan dan propaganda mereka di sejumlah negara. Padahal, setiap hari forum-forum itu gencar menyebarkan pesan kebencian pada negara-negara Barat yang mereka sebut sebagai “kaum salibis”.
“Cabang al-Qaeda di Pakistan, Yaman, Irak dan Afrika Utara tidak dapat mengeluarkan rilis sejak itu,” kata Zelin.
Majalah Time, mengutip pemerintah Saudi, menulis terdapat sekitar 17 ribu situs jihad di seluruh dunia. Tapi hanya sedikit yang benar-benar terhubung dengan al-Qaeda; tidak lebih dari lima atau enam situs. Sisanya hanya sekadar menyalin berita atau berdiskusi.
Toh demikian, lima situs itu tak bisa dianggap enteng. Tercatat, beberapa rencana penyerangan pernah dibahas di forum pada situs-situs tersebut. Salah satunya yang terungkap adalah rencana lima warga Amerika menyerang negara mereka sendiri. Kelimanya berhasil ditangkap di Pakistan pada 2009 lalu.
Di tahun yang sama, tentara AS keturunan Palestina, Nidal Malik Hassan, memberondong rekannya sendiri --atas nama jihad-- di pangkalan militer Fort Hood, Texas. Insiden itu menewaskan 13 orang dan melukai 29 lainnya.
Berdasarkan penelusuran aparat keamanan AS, rencana serangan dan penembakan tersebut dipicu oleh aktivitas mereka di berbagai forum jihad. Cara ini efektif dan murah karena mereka tak perlu bertemu muka langsung dengan para ulama radikal perekrut anggota, cukup berbicara di Internet.
Di sebuah artikelnya, Christian Science Monitor menulis betapa internet kini telah menjadi tempat andalan kelompok militan untuk menyebarkan paham mereka. Forum-forum digunakan untuk merekrut, mengumpulkan dana, melakukan riset, mengkoordinasikan aksi, menyebarkan propaganda, dan melancarkan perang psikologis.
Beberapa situs bahkan mengajarkan cara membuat bom rakitan sendiri. Salah satu situs al-Qaeda, Al Battar (artinya: pedang), juga memberikan tips dan trik menculik seseorang. Secara terperinci, dibebarkan berbagai metode untuk menangani sandera, bernegosiasi, hingga cara mengadu domba pemerintah dengan media melalui jalur politik. Secara eksplisit, mereka dianjurkan membunuh sandera jika pemerintah tidak mau membayar tebusan. Tak lupa, mereka diminta mewaspadai alat pelacak yang ditanam di gepok uang tebusan.
Gabriel Weimann, profesor peneliti situs teroris di United States Institute of Peace, menyatakan laman jihadis yang terkait al-Qaeda bertambah banyak dengan pesatnya. “Ketika al-Qaeda dikejar hingga ke gunung, mereka beralih ke internet. Pertama mereka buat dua situs per hari, menjadi 50, lalu ratusan dan ribuan,” kata Weimann.
Dalang hacker
Hingga kini, siapa yang berada di balik aksi peretasan itu masih menjadi misteri. Fox Newspada Selasa 10 April 2012 secara ekslusif memberitakan pelakunya adalah seorang kakek dengan ID: “The Raptor”. Dia mengaku melancarkan serangan itu untuk menjaga pemuda AS dari racun radikalisme. Kepada Fox, dia mengaku seorang pensiunan militer. Selain memiliki blog, dia juga aktif di Twitter dengan akun bernama @th3raptor.
“Anak-anak kita terbunuh karena para militan kini lebih piawai membuat bom ketimbang kue mangkok. Saya akan melakukan apapun untuk merusak semangat para musuh kita ini,” kata Raptor.
Di dunia maya di mana kebohongan berseliweran, klaim Raptor tak bisa langsung dipegang. Belum ada konfirmasi mengenai perannya dalam mematikan jaringan situs al-Qaeda itu. Para ahli siber mengatakan ini bukan pekerjaan satu orang, melainkan beberapa orang. Kemungkinan, mereka beroperasi di bawah perintah suatu pemerintah atau lembaga besar.
Tanggal 4 April lalu, jurnalis media Spanyol El Confidencial Digital, Pelayo Barro, menuding AS lah yang berada di balik operasi penyerangan tersebut. Dia mengaku mendapat informasi ini dari orang dalam badan intelijen Spanyol.
“Sumber saya, yang bekerja sebagai konsultan Pusat Intelijen Nasional Spanyol mengatakan sebuah tim beranggotakan 10 orang yang bekerja untuk Obama telah berhasil membobol password beberapa forum Islamis. Ini adalah penyerangan siber terbesar selama ini,” kata Barro kepada Majalah Time.
Belum ada konfirmasi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai klaim ini. Namun, pengamat teroris dari perusahaan konsultan intelijen Flashpoint Partners, Evan Kohlmann, meragukan keterlibatan Uncle Sam.
“Sejujurnya, saya kira pemerintah AS tidak akan mematikan situs-situs jihad. Orang-orang di badan intelijen dan penegakan hukum yang saya kenal meyakini justru akan lebih menguntungkan bagi mereka membiarkan situs-situs itu tetap beroperasi, dan memanfaatkannya untuk tujuan penyelidikan,” kata Kohlmann.
Jika bukan pemerintah AS, dia melanjutkan, kemungkinan serangan itu dilancarkan pemerintah Prancis dan Israel, dengan menggunakan jasa hacker handal.
Argumen itu bukannya tak beralasan. Peretasan dilancarkan paska Perancis membunuh Mohammed Merah, pelaku pembunuhan tiga tentara dan empat orang Yahudi di Toulouse.
Bukan kali pertama institusi pemerintahan melancarkan serangan siber ke situs teroris. Pada 2010 lalu, Inggris diduga berada di balik aksi peretasan situs majalah militan Inspire. Badan intelijen Inggris, M16, disebut-sebut telah mengubah modul membuat bom rakitan menjadi resep kue mangkok di acara Ellen DeGeneres.
Tapi, banyak juga yang berpendapat operasi semacam itu tak susah-susah amat. Situs-situs al-Qaeda terbilang mudah dibobol. Jeff Bardin, ahli teror siber di perusahaan intelijen Treadstone 71, mengatakan keamanan situs-situs itu sangat longgar, karena kebanyakan menggunakan program vBulletin berbahasa Arab yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan penggunaan ketimbang keamanan.
Bukan solusi
Kendati mudah diretas, tidak berarti ancaman dari situs-situs itu gampang menghilang. Para ahli mengatakan serangan hacker itu cuma mengganggu al-Qaeda sementara waktu saja. Forum dan situs dapat kembali dibangun dengan mudah, secepat kilat.
Cendekiawan dari Carnegie Endowment for International Peace, Chris Boucek, berpendapat cara terbaik menghadang radikalisme bukanlah melalui agresi militer ataupun merusak situs teroris, tapi melalui pelurusan paham menurut hukum Islam yang sebenarnya, yang senantiasa menganjurkan kedamaian dan melarang kekerasan.
“Kita berhadapan dengan gerakan yang melandaskan aksi mereka pada ideologi dan kebencian. Kita perlu mengerti apa yang ada di kepala mereka,” kata Boucek.
Dia memuji program pemerintah Arab Saudi yang membiayai para cendekiawan Muslim untuk “menyusup” ke berbagai forum militan di Internet dan lalu mendebat penyebaran paham yang mereka lihat telah menyimpang dari ajaran Islam. “Mereka juga menyertakan dokumen, studi dan video pertobatan, yang menjelaskan berbagai kesalahan ekstremisme dan radikalisme. Ada efek berantai ketika mereka membaca tulisan para ulama itu,” kata Boucek.
Boucek melihat, program bertajuk “Kampanye Sakinah” itu justru jauh lebih ampuh dalam meluruskan pandangan para netter muda militan soal ajaran Islam yang sejati, yang senantiasa menganjurkan kedamaian dan menjauhkan kekerasan. (kd)

  • LuckyDelapan News

Cegah Bajak, Kenapa Para Raksasa Online Menolak

• LuckyDelapan News

Menutup akses ke situs yang dianggap memuat konten yang dinilai hasil pembajakan.

VIVAnews - 18 Januari 2012. Pengguna dari seluruh dunia yang mengakses situs ensiklopedi terpopuler di Internet, Wikipedia, dikejutkan layar gelap yang mendadak muncul beberapa detik.

Itulah bentuk keprihatinan sekaligus protes keras salah satu raksasa online itu terhadap undang-undang pembajakan yang tengah digodok di Amerika Serikat. Undang-undang itu lebih dikenal dengan nama Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA).

"Bayangkan sebuah dunia tanpa pengetahuan bebas. Selama lebih dari satu dekade, kami menghabiskan jutaan jam menyusun ensiklopedi terbesar dalam sejarah manusia. Saat ini, Kongres AS sedang menyusun sebuah peraturan yang dapat mengacaukan Internet yang bebas dan terbuka dengan fatal. Selama 24 jam, untuk meningkatkan kesadaran, kami mematikan Wikipedia," demikian pernyataan protes Wikipedia yang ditampilkan di laman versi bahasa Inggris mereka.

Wikipedia bukan satu-satunya yang memprotes SOPA. Perusahaan teknologi lain seperti Google, Yahoo, Facebook, Twitter, dan eBay juga melakukan protes dengan memasang iklan di sejumlah koran ternama, meminta Kongres berpikir ulang sebelum menggodok SOPA. Google bahkan menghitamkan logo di halaman pencarinya selama sehari.

Beberapa situs lain seperti Mozilla, Wordpress, MoveOn, dan TwitPic juga menggelar aksi protes. Bedanya, mereka hanya protes lewat halaman depan yang telah dimodifikasi dengan aksesori bertema sensor atau pemblokiran. Situs sendiri tetap berjalan seperti biasa. Di belakang mereka bahkan ada 75 ribu situs yang turut melakukan aksi black-out, dengan berbagai model, untuk membendung kedua RUU itu.

Langkah yang agak berbeda diambil Facebook, Twitter, Tumblr. Walaupun juga tidak menyetujui SOPA/PIPA, tiga situs ini tak ikut aksi protes. Mereka tak melakukan perubahan apapun pada antarmuka mereka dan tetap beroperasi seperti biasa.

Ancama
Dalam aturan yang tengah digodok itu akan ditetapkan pelarangan dan penutupan penjualan hasil pembajakan, baik itu film, musik, dan benda lain. Caranya, sejumlah perusahaan Internet akan dipaksa untuk menutup akses ke situs yang dianggap melanggar hukum tersebut.

Tak hanya itu, jaringan iklan Internet juga akan dipaksa untuk menghentikan online advertising. Lalu, mesin pencari akan diatur agar tak memiliki tautan ke situs yang dianggap mendistribusikan hasil pembajakan.

Para pendukung aturan, yang terdiri dari label rekaman dan studio film Hollywood, menganggap aturan ini tidak akan berdampak besar terhadap sejumlah situs berbasis di AS. Namun bagi para penentang, SOPA dan PIPA adalah ancaman mengerikan bagi keterbukaan pertukaran informasi di Internet.

Yang paling kontroversial dalam kedua RUU itu adalah adanya wewenang Jaksa Agung AS membuat daftar hitam situs-situs yang melanggar atau memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Lalu, daftar itu diberikan kepada para penyedia jasa layanan Internet untuk diblokir.

Ketentuan ini, menurut Margiyono, mahasiswa pascasarjana program LLM in Cyber Law di University of Leeds, Inggris, mengandung banyak masalah. Pertama, pemblokiran tanpa proses hukum tentunya bertentangan dengan prinsip rule of law. Dengan mengabaikan rule of law, maka prinsip negara hukum telah diabaikan. Kedua, pasal ini dinilai sebagai pasal karet. Istilah situs “yang memfasilitasi” membuat ketentuan tidak pasti.

Sebagai contoh, misalnya situs berbagi video terbesar, YouTube. Situs ini memfasilitasi siapapun yang menggunggah video, baik yang melanggar hak kekayaan intelektual maupun yang tidak. Mungkin YouTube bisa dikategorikan situs yang memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Bagaimana dengan WordpressFacebook, dan Twitter yang melayani setiap orang berbagi tautan? Selain itu, pemblokiran domain--bukan laman--dinilai sebagai upaya “membunuh tikus dengan meriam”.

Katakanlah banyak orang menggunakan YouTube, Facebook, dan Twitter untuk berbagi konten tanpa menghormati hak cipta. Tapi apakah proporsional jika pemblokiran diarahkan pada keseluruhan situs?

Hal lain yang menjadi sorotan adalah soal kekebalan hukum bagi individu yang melakukan aksi pemblokiran terhadap situs yang dinilai melanggar hak cipta. Pemasang iklan juga dibolehkan menghentikan pemasangan sepihak, dan mendapat perlindungan hukum, terhadap situs yang diniai melanggar hak cipta.

Para pendukung kebebasan berekspresi menilai ketentuan ini dijadikan landasan hukum aksi sepihak oleh lembaga bukan negara. Dengan demikian, aksi sensor bisa dilakukan pihak-pihak partikelir.

Alternatif
Saat menghitamkan logo di halaman pencarinya selama sehari, Google menyebutkan bahwa langkah itu merupakan simbol bahwa aturan yang dimuat SOPA akan menjadikan masa depan internet gelap, karena sejumlah situs akan dipaksa untuk menutup akses ke situs yang dianggap memuat konten yang dinilai hasil pembajakan.

Tapi ini bukan berarti Google menolak adanya aturan yang mengatur soal pembajakan di Internet. Raksasa mesin pencari ini pun kemudian menyodorkan aturan alternatif pengganti SOPA, yaitu OPEN.

OPEN atau Online Protection and Enforcement of Digital Trade merupakan Rancangan Undang-Undang yang pernah diajukan oleh Darrel Issa, anggota Kongres asal California dari Partai Republik.

Lalu apa beda OPEN dengan SOPA/PIPA?
Bedanya ada pada penindakan. SOPA/PIPA akan memungkinkan Departemen Kehakiman AS untuk meminta polisi menutup situs yang menyediakan tautan ke sejumlah situs yang dianggap memiliki konten pembajakan. Jelas ini merupakan ancaman bagi situs mesin pencari seperti Google.

Sedangkan OPEN, penindakan yang diatur bersifat lebih lunak. Dalam aturan di OPEN, Komisi Perdagangan Internasional (International Trade Commision) akan menjadi lembaga yang mengatasi sengketa hukum terkait pembajakan.

Walaupun berasal dari Partai Republik, Issa digambarkan sebagai sosok pengguna Internet yang liberal. Issa menyusun konsep yang dipercaya tidak akan merusak ekosistem Internet dalam legislasinya. Issa dikabarkan akan memperkenalkan OPEN ke Kongres AS, tak lama setelah penolakan terhadap SOPA/PIPA muncul.

Google pun bukanlah pendukung tunggal atas aturan OPEN ini. Penolak SOPA terbesar, Reddit, juga disebut mulai melirik OPEN, walau belum memberikan dukungan secara penuh. General Manager Reddit, Erik Martin, mengatakan OPEN sebagai "awal yang baik".

Lalu, mana yang akan digunakan untuk memandu masa depan Internet?
Mari kita lihat. Kepastian digulirkannya SOPA/PIPA itu sendiri baru akan ditentukan pada 24 Januari 2012 ini, ketika parlemen AS menggelar pemungutan suara untuk memastikan nasib kedua RUU itu: disahkan atau dikubur. (kd)

• VIVAnews   • LuckyDelapan News

Pengguna Megaupload Akan Tuntut FBI

• LuckyDelapan News

greenarrowradio.com
KOMPAS.com - Pengguna Megaupload menyatakan akan menuntut FBI karena telah menutup Megaupload secara tiba-tiba.
Hal ini menyebabkan pengguna yang memanfaatkan Megaupload untuk menyimpan data pribadi, harus kehilangan data-data mereka dan tak bisa mengaksesnya lagi.

"Penutupan tiba-tiba Megaupload ini tidak berdasar dan benar-benar tidak proporsional. Tidak sesuai dengan tujuan yang dimaksudkan," ujar Pirates of Catalonia.
Untuk itu, Pirate Parties International dari berbagai negara kini sedang menyusun daftar pengguna yang dirugikan. Potensi pelanggaran hukum AS sedang ditelusuri dari kasus ini. Dalam waktu dekat, gugatan akan diajukan kepada pemerintah AS.

Akibat ketergantungan

Para pengguna Megaupload  juga menyatakan kekecewaannya melalui Twitter. Tak sedikit pengguna yang bergantung kepada layanan penyimpanan data Megaupload dalam kehidupan sehari-hari.
Beragam proyek dalam pekerjaan, video-video kenangan pribadi, dan data lainnya yang tak ada hubungannya dengan masalah pembajakan, harus hilang hanya karena tindakan buru-buru FBI.

#Megaupload is one thing that helps me send big files to my group mates when we're making projects .. bring it back .. (tulis seorang pemilik akun @nicole8angel)

Berjuang meski tak yakin

Meski tidak yakin data-data mereka akan kembali, pengguna Megaupload tetap merasa perlu untuk memperjuangkan hak mereka.
Menuntut FBI adalah sebuah langkah awal pengguna internet untuk membela diri dari pelanggaran hukum yang dilakukan pihak lain, termasuk FBI.

Ahli hukum dan aktifis hak asasi manusia juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung aksi ini.
Bagi siapapun yang ingin mendaftarkan kasusnya, atau memberi dukungan, bisa berpartisipasi melalui website ini.  • LuckyDelapan News

Kronologi Kontroversi Yayasan New 7 Wonders

LuckyDelapan News


"Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya."


Taman Nasional Komodo, salah satu nominasi tujuh keajaiban dunia yang baru. Keberadaan yayasan penyelenggara dipertanyakan. (REUTERS/Beawiharta)
VIVAnews - Kontroversi kebenaran keberadaan yayasan New7Wonders (N7W) masih terus bergulir. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, menafikan yayasan yang disebutnya sebagai yayasan fiktif tersebut.

Dalam kronologi versi KBRI Bern yang diterimaVIVAnews, Rabu 2 November 2011, sejak awal penjajakan terlihat keganjilan, terutama pada pemungutan biaya untuk menjadi tuan rumah. Ini jugalah yang membuat Maladewa mundur dari pencalonan salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru.

Menurut KBRI, pada Desember 2007, terpilih destinasi wisata di Indonesia yang masuk nominasi, yaitu Taman Nasional Komodo, Danau Toba dan Anak Gunung Krakatau bersama-sama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.

Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai salah satu panitia pendukung resmi dengan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi sebesar US$199 atau sekitar Rp1,7 juta. Barulah pada 21 Juli 2001, Taman Nasional Komodo menjadi nominasi dari Indonesia dari 28 nominasi finalis lainnya.

Februari 2010, pihak N7W menawarkan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W, yang rencananya dilaksanakan pada 11 November 2010. Setelah melakukan penjajakan, dan beberapa kali pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.

Namun, pada 6 Desember 2010, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan satu syarat, yaitu harus membayar US$10 juta (Rp89,7 miliar). Lalu pada tanggal 29 Desember 2010 keluarlah ancaman dari pihak N7W.

"Kepala Komunikasi N7W, Eamon Fitzgerald memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 agar Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, pihak N7W terpaksa akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W," ujar pernyataan KBRI.

Atas keputusan N7W tersebut, Todung Mulya Lubis selaku kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada pihak N7W dan memprotes rencana eliminasi Taman Nasional Komodo sebagai finalis.

"Surat tersebut ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London, lima hari kemudian. Isinya, TNK (Taman Nasional Komodo) tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC)," tulis KBRI.

Pada 11 Februari 2011, pihak Todung meminta agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disertakan kembali menjadi panitia, tapi tidak ada jawaban. "Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai OSC itu membuat harga diri sebagai bangsa dilecehkan," lanjut KBRI.

Salah satu dari 28 finalis, Maladewa, menarik diri dari kompetisi karena beratnya urusan finansial yang harus ditanggung. Kecurigaan pun dimulai.

"Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengutus 8 orang delegasi yang terdiri dari Pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa & Maulana dan beberapa wartawan Nasional untuk mengadakan penyelidikan tentang keberadaan N7W," jelas KBRI.

Tim dari Jakarta yang dibantu oleh staff KBRI Bern, mengadakan kunjungan ke alamat yang  tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich. Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai, seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, dimana terdapat museum Heidi Weber yang diarsiteki oleh Le Corbusier dan selesai dibangun pada tahun 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus).
"Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris. Di mata masyarakat Swiss sendiri Yayasan N7W tidak dikenal, dan bukan bagian dari UNESCO," demikian bunyi keterangan resmi KBRI.

Karena kejanggalan yayasan N7W, yang disinyalir yayasan "abal-abal" seperti disebutkan oleh Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo, KBRI menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak terjebak ke dalam permainan N7W.

KBRI mengatakan rakyat Indonesia seharusnya, "hanya mengakui UNESCO sebagai badan resmi yang memberikan atribusi "World Heritage" untuk mengangkat dunia pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat serta melindungi daerah konservasi".(np)
• VIVAnews

For friends of bloggers who frequently read articles in this blog, please Copy / Paste and share it anywhere you like. However, if acceptable please indicate the source of the articles link blogger friend share (copy / paste). Let Share information for us all, because now the information is easily obtained, and this blog is one source of reliable information, becauseof the already trusted sources,


Reading is one of the best ways to get information
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...